7 Cara Membuat Portofolio Online yang Menarik

{f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}({f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}dslc_commentscount{f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}){f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}

Maxima Digital – Suatu kewajiban bagi seorang pembisnis atau profesional untuk mempunyai website portofolio. Membuat website portfolio itu mudah, karena banyaknya template website portfolio yang tersedia. Justru kesulitan itu datang saat ingin membuat isi dari portfolio online tersebut menjadi menarik bagi calon customer. Salah membuat portfolio, klien justru akan lari dan memilih kompetitor lain untuk menyelesaikan prokyeknya. Namun tidak usah khawatir, sulit bukan berarti tidak mungkin membuat portfolio yang menarik. Inilah 7 cara membuat portofolio online yang menarik :

cara membuat portofolio

7 Cara Membuat Portofolio Online yang Menarik

Berikut ini adalah hal-hal yang harus Anda masukkan di portofolio online agar menarik bagi calon klien:

1. Pastikan Portofolio Online Anda di Tempat yang Tepat

Cara pertama ini merupakan cara terpenting yang tak bisa dilewatkan. Anda harus memastikan bahwa website portofolio sudah berada di hosting terbaik. Sebab, langkah-langkah selanjutnya bisa menjadi tidak efektif apabila Anda salah memilih web hosting. Pilihlah hosting dengan performa server tinggi, mempunyai customer support 24 jam, dan aman. Anda tak mau kan saat klien ingin mengunjungi website Anda, tapi justru sedang down? Bisa dipastikan klien akan lari ke kompetitor yang memiliki website portofolio yang lebih siap.

2. Bercerita Lewat Biodata

Anda bisa membuat biodata yang mencolok dan menarik melalui cerita. Kenapa? Sebab, cerita bisa menumbuhkan koneksi, menunjukkan kepribadian, dan membuat Anda terkesan lebih ramah di mata klien. Selain menuliskan hal-hal wajib seperti nama dan skill, ceritakan juga alasan kenapa Anda bisa mendapatkan skill tersebut.  Jangan lupa juga untuk menceritakan hobi Anda di waktu luang, alasan kenapa memilih jurusan pendidikan, pencapaian terbesar, goals di masa depan, dan lain sebagainya. Intinya, tuliskanlah sesuatu yang bisa membuat klien mengenal Anda tanpa perlu menghubungi terlebih dahulu.

3. Tampilkan Proyek Terbaik

Anda tak perlu menampilkan semua pekerjaan atau proyek yang pernah di selesaikan. Kualitas mengalahkan kuantitas, cukup tampilkan saja proyek yang menurut Anda terbaik.  Ada dua alasan mengapa Anda tidak perlu menampilkan semua proyek. Pertama, ini akan memudahkan klien dalam melihat hasil kerja Anda dengan cepat. Kedua, kemungkinan klien memilih Anda lebih besar jika mereka hanya melihat hasil kerja terbaik saja.  Ingat, online portfolio bertujuan untuk menarik klien agar memilih Anda, bukan sebagai tempat pamer semua hal yang sudah pernah dikerjakan. Jadi, pekerjaan yang menurut Anda memang tidak memuaskan dan tidak relevan itu tak perlu ditampilkan.

4. Jelaskan Proyek dengan Bagus

Menurut Anda lebih bagus mana?

a. Menulis artikel mengenai digital.
b. Menerbitkan 30 artikel yang mengupas mengenai digital terbaru di sebuah website. 7 artikel tersebut berhasil menempati ranking satu di Google dan meningkatkan trafik pengunjung website hingga 70{zxxxz}.

Kami yakin Anda pasti memilih opsi b. Tak heran karena nomor dua memiliki deskripsi yang jelas, lebih menjual, dan menarik. Anda sudah berusaha memilih proyek terbaik, sekarang berikanlah penjelasan yang terbaik juga. Tulislah penjelasan mengenai suatu proyek dengan anggapan bahwa orang lain tak hanya klien, tapi juga orang di luar industri Anda bisa mengerti apa yang Anda tulis. Jangan takut untuk menuliskan detail proyek dan menunjukkan perubahan positif yang Anda berikan kepada klien.

5. Perhatikan Gambar yang Dipilih

Gambar bisa menjadi cara terbaik untuk membuat klien tertarik melalui visual. Bagi Anda yang seorang desainer tentu mempunyai hasil akhir gambar untuk dipamerkan. Namun, bagaimana dengan Anda yang bergerak di industri lainnya? Misalnya, penulis lepas atau website developer. Ada banyak website yang menyediakan stock image gratis.  Walaupun industri Anda bukan terfokus kepada gambar, tapi gambar yang dipilih tetap tidak boleh sembarangan. Pilihlah gambar yang memang mewakili proyek Anda, berkualitas tinggi, dan modern.

6. Jangan Lupakan CTA

CTA atau Call to Action merupakan instruksi yang dibuat untuk mengarahkan pengunjung website melakukan sesuatu. Dalam kasus online portofolio, CTA ini untuk mengarahkan klien supaya menghubungi Anda.  CTA ini bisa Anda tempatkan di akhir halaman-halaman penting. Misalnya di homepage, di halaman About Me dan di halaman yang menampilkan proyek-proyek Anda.  Klien Anda sudah meluangkan waktu membaca dan mempelajari mengenai Anda sampai bawah, sehingga besar kemungkinan ia tertarik. Jadi, pastikan Anda tidak lupa menaruh CTA di akhir halaman, ya.

7. Optimasi Website Anda

Keenam cara membuat portofolio online di atas akan sia-sia saja apabila Anda mempunyai website yang lambat. Klien biasanya membutuhkan seseorang untuk segera mengerjakan proyeknya. Sehingga jika website Anda lambat, mereka akan langsung pergi menuju website portofolio lain yang lebih cepat. Anda tak mau kan klien lari gara-gara website lambat? Untungnya, mengoptimasi kecepatan website itu mudah dan tak butuh waktu lama.

Siap Mendapatkan Klien Lebih Banyak?

Memiliki website portofolio saja masih kurang, Anda juga harus membuatnya menarik agar klien mau menggunakan jasa Anda. Cara membuat portofolio online yang menarik juga tidak sulit, bukan? Anda hanya perlu meluangkan sedikit waktu untuk menerapkan cara-cara di atas. Kami harap artikel ini bisa bermanfaat dan membantu Anda mendapatkan lebih banyak klien. Untuk mendapatkan info menarik seputar dunia internet seperti ini, jangan lupa untuk subscribe ke blog Niagahoster. Semoga sukses dengan portofolio online Anda!

Baca juga disini :

Apa itu Influencer? 5 Tips Memilih Influencer

Apa itu Branding ? Seberapa Penting untuk Suatu Bisnis?

Apa itu Snippet?

 

 

{f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}({f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}dslc_postpagination{f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}){f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}

{f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}({f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}dslc_authorbio{f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}){f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}

About us and this blog

We are a digital marketing company with a focus on helping our customers achieve great results across several key areas.

Request a free quote

We offer professional SEO services that help websites increase their organic search score drastically in order to compete for the highest rankings even when it comes to highly competitive keywords.

Subscribe to our newsletter!

This form is currently undergoing maintenance. Please try again later.

More from our blog

See all posts
{f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}({f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}dslc_commentscount{f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}){f1a8a3c85707322e574d0d0bb4acfff32679d6aa2d007b51c4096a9c07425fa4}

Leave a Comment